Rabu, 19 Agustus 2020

Guru Bertutur Pajak (GUTUPAK)

            Video Lomba guru bertutur pajak 2019 yang diadakan oleh PGRI bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pajak (DJP). Juara 1 tingkat Nasional. 


GURU

Guru..

Setiap hari kau ajarkan ilmu

Dari segala sesuatu yang kami tak tau

Sungguh besar pengorbananmu

Tak bisa kami membalas jasamu

 

Guru..

Engkau pahlawan engkau tauladan 

Doamu selalu kami harapkan

Agar menjadi generasi emas harapan

Suatu saat dimasa depan

 

Guru..

Engkau terbaik jasa dan Budi

Tak kenal lelah engkau mengabdi

Tak mengharap balas budi

Mudah-mudahan Allah meridhoi

 

Guru..

Engkaulah sumber ilmu

Yang tak pernah padam menerangi jalan hidupku

Engkau mendidik dan membimbingku

Terimakasih ku ucapkan untukmu

 

NF 25112019

- Puisi sederhana untuk guru saya dimanapun berada..dan untuk para guru yang tak kenal lelah membimbing dan mendidik putra putri bangsa..

Sedikit bgt yaa..ada yang mau nambahin..? :)

"SELAMAT HARI GURU"

 

TIK di Era Revolusi Industri 4.0

Guru di era revolusi industri 4.0 mempunyai tantangan yang jauh lebih besar dari era sebelumnya. Guru tidak hanya berkewajiban mentransfer pengetahuan (knowledge). Lebih dari itu, guru berkewajiban mentransfer keterampilan (skill) dan nilai (value). Guru harus mempunyai kemampuan yang lebih tinggi, baik dari segi materi pelajaran yang sulit, proses pembelajaran yang menuntut guru untuk lebih kreatif serta inovatif, dan tuntutan capaian kemampuan berfikir siswa yang lebih tinggi. 

Guru sangat berperan dalam proses pembelajaran. Guru berperan sebagai pengajar, penjaga gawang, fasilitator, katalisator, dan penghubung. Keberadaannya sangat penting dalam proses pembelajaran. Saat ini, pembelajaran tidaklah berpusat pada guru (teacher centered learning), akan tetapi berpusat pada murid (student centered learning). Oleh karena itu, selain membuat perangkat pembelajaran, guru harus mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Tujuannya agar siswa mempunyai kompetensi 4C (communication, collaboration, creativity and critical thinking). 

Teknologi sangat berperan dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Dengan teknologi, pembelajaran akan lebih mudah dipahami dan dicerna oleh siswa. Dengan teknologi juga, pembelajaran lebih inovatif dan mengurangi kejenuhan siswa, serta lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, guru dituntut untuk terus belajar dalam memahami teknologi dan mengimplementasikannya kepada siswa. 

Tidak hanya guru, siswa di sekolah harus mengerti bagaimana penggunaan teknologi. Contohnya TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi). Siswa harus diajarkan bagaimana mengaplikasikan TIK, minimal untuk mengetik dan mencari informasi melalui internet. Tujuannya, jika diberi tugas oleh guru untuk mengakses internet, sudah tidak kaku lagi dan tidak mengandalkan orang tua. Kurikulum 2013 yang berlaku pada saat ini, banyak memberikan tugas yang memerlukan akses internet, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah. 

Pada kenyataannya, pembelajaran TIK kini semakin terkikis. Semenjak kurikulum 2013 diberlakukan, kebanyakan sekolah mulai menghapus pelajaran komputer yang menjadi dasar kemampuan siswa mengenai TIK. Tidak hanya sekolah-sekolah swasta, begitu juga sekolah negeri banyak yang menghapus pelajaran TIK. Padahal pembelajaran TIK justru sangat dibutuhkan di era revolusi industri 4.0. 

Sekolah swasta, kebanyakan mengganti pelajaran TIK dengan pelajaran tahfidz. Mereka beranggapan bahwa sudah bukan zamannya. Padahal itu merupakan argumen yang sangat keliru. Teknologi sangatlah dibutuhkan dan semakin canggih di era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Jika pelajaran TIK di sekolah-sekolah mulai dihilangkan, generasi-geberasi penerus bangsa ini, akan sangat banyak yang tidak melek IT. Walaupun kenyataannya anak-anak sekarang sudah pandai menggunakan hp, tapi tidak cukup jika hanya hp saja. Mereka juga harus menguasai IT. 

Oleh karena itu pemerintah harus memberikan sosialisasi akan pentingnya pelajaran TIK di sekolah dan bahkan seharusnya menjadi pelajaran yang wajib di era revolusi industri 4.0. Terlebih dengan kurikulum 2013 yang dipakai saat ini sangat membutuhkan pelajaran TIK. Pelajaran TIK ini sangatlah besar pengaruhnya, tidak hanya sekedar mengetik, akan tetapi untuk mengakses informasi lebih luas dan mendalam melalui internet. Tidak hanya sebatas apa yang mereka baca di buku paket maupun LKS. 

Selain itu, dengan pelajaran TIK, siswa akan lebih kreatif dan inovatif dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dalam kurikulum 2013, yaitu menciptakan siswa yang tidak hanya mempunyai pengetahuan yang luas (knowledge) akan tetapi menciptakan siswa yang kreatif (skill) dan cakap dalam berbuat (value). Wallahu a'lam bish-showab.Semoga Bermanfaat..

 

Bekasi 12092019

Jangan lupa beli majalah.y..:)

 

Tour Tiga Negara

Tak pernah terpikirkan dan terimpikan, semua berawal dari ajakan dosen (Pak Jejen) kepada orang tua. Respon orang tua sangat positif, berharap anaknya berkembang dan maju menuju kesuksesan. Inilah langkah awal perjalanan.

Tiba saatnya hari itu pun datang. Sedih senang semua bercampur jadi satu. Sedih karena meninggalkan anak balita berusia 3 tahun. Kepergian pun penuh tangis dan jeritan dari bibir kecil nan mungil. 

Senang karena tiba saatnya melihat dunia dari sisi yang lain. Yang paling penting adalah melihat cakrawala pendidikan yang bisa menginspirasi dan bisa diterapkan di lembaga yang sudah dikelola orang tua. InsyaAllah.

First day and second day. Landing di Negara singapura. Bersih, rapi, tertib dan indah. It is very very perfect country. Merlion park, Universal studio, Garden Bay. Pesonanya memanjakan mata siapa pun yang berkunjung dan mengajak saya yang tidak suka selfie menjadi suka selfie. 

Selain itu, berkunjung ke KBRI Singapura, banyak pelajaran yang dapat diambil di sini. Ibu Veronica atase pendidikan dan kebudayaan dengan suaranya yang pelan dan lembut yang diselingi dengan kekocakannya. Dia menjelaskan panjang lebar tentang Negara Singapura yang sangat maju, dari mulai sejarah, pendidikan, peraturan pemerintahan, SDM dan SDA. The power of dream, membuat saya semangat.

Third day, sampailah di Malaysia, negara balas berbalas pantun. Kami mengunjungi kolej As-Sofa. Sebuah lembaga pendidikan dari tingkat RA-Perguruan Tinggi. Sebuah contoh pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum dengan sempurna lahir dan bathin. Akademik, Tahfidz, Diniyah (Turost) dan tasawwuf (tarikat). 

Sapaan yang ramah dan hangat, membuat betah berlama-lama di sini. Sayangnya, waktu tak banyak. Lanjut perjalanan ke Batu Cave's. Agak takut saya melihat patung, tapi keindahan tangganya yang berwarna warni mengajak saya untuk naik dan berselfie-selfi sendiri di atas.

Lanjut Twin Tower, menara upin-ipin yang berbentuk seperti dua jagung. Indah, sangat indah. Sayangnya tidak sempat menikmati lebih lama keindahan dengan menyeruput segelas susu hangat. Berharap bisa kembali. 

Fourth day, sampailah di Thailand. Negara yang terasa sangat asing bagi saya karena melihat tulisan-tulisan Thailand sepanjang perjalanan. Kunjungan ke sekolah "Songserm sasana vitaya school", bertemu langsung dengan santri-santri. Seru, ya sangat seru. Antusias dan kebahagiaan mereka bertemu kami, berbinar di wajah mereka, lambaian tangan mereka, menghantarkan kepergian kami dari lantai 2 dan 3. Malam lanjut ke pasar malam Asean, serasa berada di Pondok Gede. Hehe.

Fifth day, perjalanan ke Patung Budha Tidur, Patung Kepala Naga, Patung Putri Duyung (Samila Beach) membuat saya merasa takut. Takut melihat patung dan banyak anjing di sana. Lajut perjalanan kami ke KL Malaysia.

Sixth day, perjalanan menuju bandara, ada yang unik bagi saya di sini. Keinginan saya yang kuat untuk selfi bersama dosen, Pak Jejen, Bu Lalah, Bu Maftuhah, Pak Muhbib sudah tercapai. Selfie Bu Fakhriany dan Pak Sapiudin yang belum saya dapatkan. 

Mungkin karena kewibawaan mereka yang membuat saya mempunyai sedikit keberanian. Saya dekati Bu Fakhriany ternyata luar biasa baiknya beliau. Hangat seperti anak dengan ibu. Yang paling unik adalah meminta selfie pak sapiudin. Tiga kali gagal selfie dengan waktu yang berbeda. Pertama gagal capture, kedua lowbet, ketiga berhasil. Baiknya beliau. 

Terakhir, terimakasih saya kepada orang tua, yang selalu mensupport saya. Suami yang selalu mengizinkan. Putri kecil saya Azfa, yang mengajarkan saya arti kesabaran, dan beratnya menahan rindu. Bapak Dr. Jejen Musfah yang menghantarkan saya melihat cakrawala pendidikan dan indahnya pesona luar negeri, yang selalu membuat saya semangat dan bisa lebih produktif untuk menulis. 

"Sebutir kepercayaan diri lebih besar nilainya daripada sekarung bakat yang tertidur". Kata bijak ini juga yang selalu membuat saya semangat.

 

Tour: 23-28 September 2019

Bekasi, 29092019

 

Mewujudkan SDM Unggul

Saat ini, kompetensi siswa di Indonesia sangat rendah. Lemahnya karakter, kurangnya minat baca, kreativitas rendah, dan berpikir tekstual. Belum mencapai standar pendidikan yang diinginkan. Hal tersebut membuat pemerintah semakin gencar dalam menyiapkan SDM yang unggul. Unggul dalam akademik, karakter, maupun kreativitas. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. 

Untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul, kunci keberhasilan utamanya adalah guru. Guru mempunyai posisi yang sangat sentral dan strategis dalam keberhasilan peserta didik. Kualitas guru yang baik akan meningkatkan kualitas SDM yang baik. Tentunya guru harus di bawah pengawasan kepala sekolah dan pengawas sekolah. 

Guru sebagai kunci keberhasilan, dituntut untuk memiliki kompetensi. Sesuai UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 ayat (1), ada empat kompetensi guru yang harus dipenuhi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. 

Guru yang memiliki kompetensi yang baik dan profesional, tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, terlebih harus memberikan teladan yang baik bagi peserta didik. Tujuannya agar menciptakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat dan berkarakter yang baik sesuai cita-cita yang tertuang dalam kurikulum 2013.

Saat ini, pemerintah mememiliki program untuk meningkatkan kompetensi guru dan harus di manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Diantaranya: KKG, MGMP dan PKP. KKG harus efektif, MGMP harus dikembangkan, dan PKP harus terus berjalan. Tujuan akhir adalah peningkatan kompetensi guru dan melahirkan kualitas peserta didik yang unggul dan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia seutuhnya.

Untuk menciptakan SDM yang unggul, guru sebagai pengajar, penjagaja gawang, fasilitator, katalisator dan penghubung di sekolah, harus selalu diberikan pelatihan-pelatihan. Guru merupakan ujung tombak peningkatan proses pembelajaran di kelas yang akan berujung pada peningkatan mutu pendidikan. 

Kompetensi guru tidak akan meningkat tanpa pelatihan dan perubahan dari diri sendiri. Guru harus aktif mengaktualisasikan diri. Mengembangkan proses pembelajaran agar lebih kreatif dan inovatif, melakukan tindakan reflektif, menguasai metode Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. Agar menjadi guru profesional dan memiliki kompetensi yang baik. 

Selain itu, pemerintah harus memfasilitasi dan memberikan pelatihan kepada guru secara berkesinambungan bukan hanya sekedar program. Program tanpa pelaksanaan yang terencana dengan matang, mustahil berhasil. Bagaikan pohon tanpa pupuk yang bagus tak akan menghasilkan bunga yang indah dan buah yang nikmat. Wallahu a'lam bish-showab.

Semoga bermanfaat..

 

12102019